Mengenal Penyakit pada Wanita_Kanker Payudara



Hallo...Kaum wanita..!! Sudah seharusnya kita menganali penyakit yang dapat membahayakan kesehatan wanita dan organ reproduksinya...
Yuukk...kita lihat apa saja jenisnya

SESSION I
KANKER PAYUDARA
Jika seorang wanita mempunyai gejala dibawah ini dan merasa sangat khawatir,sebaiknya segera ke dokter.
Adapun tanda-tanda atau gejalanya antara lain :
  • Ada benjolan yang keras di payudara
  • Bentuk puting berubah ( bisa masuk kedalam, atau terasa sakit terus-menerus), mengeluarkan cairan / darah
  • Ada perubahan pada kulit payudara diantaranya berkerut, iritasi, seperti kulit jeruk
  • adanya benjolan-benjolan kecil
  • Ada luka dipayudara yang sulit sembuh
  • Payudara terasa panas, memerah dan bengkak
  • Terasa sakit / nyeri ( bisa juga ini bukan sakit karena kanker, tapi tetap harus diwaspadai )
  • Terasa sangat gatal didaerah sekitar puting
  • Benjolan yang keras itu tidak bergerak ( terfiksasi ). dan biasanya pada awal-awalnya tidak terasa sakit
  • Apabila benjolan itu kanker, awalnya biasanya hanya pada 1 payudara
PENYEBAB KANKER PAYUDARA :
Secara pasti belum diketahui, hanya bisa ditandai pada wanita yang mempunyai factor resiko dibawah ini :
  • Umur diatas 30 tahun ( sekarang, dibawah 20 tahun juga sudah ditemukan kanker payudara )
  • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita kanker payudara ( sekarang ini juga tidak mutlak karena tanpa ada riwayat keluarga juga bisa terkena )
  • Punya riwayat tumor
  • Haid terlalu muda atau menopause diatas umur 50 tahun
  • Tidak menikah / tidak menyusui
  • Melahirkan anak petama diatas usia 35 tahun
  • Sering terkena radiasi ( Bisa dari sering melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat X-ray )
  • Pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan
  • Kegemukan
  • Konsumsi alcohol berlebihan
  • Mendapatkan terapi hormonal dalam jangka panjang
  • Stress
  • Faktor genetic ( BRCA1/BRCA2 )

BAGAIMANA MENDIAGNOSA KANKER PAYUDARA :

Dokter menggunakan berbagai macam cara untuk mendiagnose kanker payudara dan untuk menentukan apakah sudah ada metastasis ke organ lain. Beberapa test juga berguna untuk menentukan pengobatan yang paling efektive untuk pasien. Kebanyakan pada type kanker, biopsi ( mengambil sedikit jaringan , untuk diteliti dibawah mikroskop, yang dilakukan oleh ahli patologi ) adalah jalan satu-satunya untuk menentukan secara pasti diagnosis kanker. Apabila biopsy tidak mungkin dilakukan, dokter akan mengusulkan test lain untuk membantu diagnosa. Test Imaging bisa digunakan untuk menemukan apakah telah terjadi metastasis.

Dokter akan mempertimbangkan factor-faktor dibawah ini, ketika akan memutuskan test diagnostic :
  • Usia dan kondisi medis pasien
  • Type kanker
  • Beratnya gejala
  • Hasil test sebelumnya
Test diagnosa kanker payudara biasanya dimulai apabila wanita atau dokter menemukan suatu massa atau pengerasan yang tidak normal ( suatu titik kecil dari kalsium, biasanya dilihat pada saat X-ray ), pada screening mammogram. Atau bisa juga suatu yang tidak normal di payudara wanita ditemukan pada pemeriksaan klinis atau pemeriksaan sendiri. Beberapa test mungkin dilakukan untuk memastikan diagnosa dari kanker payudara. Tidak pada semua orang akan dilakukan seluruh test dibawah ini :

Diagnostic mammography
Sama dengan screening mammography hanya pada test ini lebih banyak gambar yang bisa diambil. Biasanya digunakan pada wanita dengan tanda-tanda, diantaranya putting mengeluarkan cairan atau ada benjolan baru. Diagnostic mammography bisa juga digunakan apabila sesuatu yang mencurigakan ditemukan pada saat screening mammogram.
Ultrasound ( USG )
Suatu pemeriksaan ultrasound adalah menggunakan gelombang bunyi dengan frekuensi tinggi untuk mendapatkan gambaran jaringan pada payudara. Gelombang bunyi yang tinggi ini bisa membedakan suatu massa yang solid, yang kemungkinan kanker, dan kista yang berisi cairan, yang kemungkinannya bukan kanker.
MRI
MRI menggunakan magnetic, bukan X-ray, untuk memproduksi images ( gambaran ) detail dari tubuh. MRI bisa digunakan, apabila sekali seorang wanita, telah didiagnose mempunyai kanker, maka untuk mencheck payudara lainnya bisa digunakan MRI. Tapi ini tidak mutlak. Bisa juga untuk screening saja.Menurut American Cancer Society ( ACS ), wanita yang mempunyai resiko tinggi terkena kanker payudara, seperti contohnya pada wanita dengan mutasi gen BRCA atau banyak anggota keluarganya yang terkena kanker payudara, sebaiknya juga mendapatkan MRI, bersamaan dengan mammography.MRI biasanya lebih baik dalam melihat suatu kumpulan massa yang kecil pada payudara yang mungkin tidak terlihat pada saat USG atau mammogram. Khususnya pada wanita yang mempunyai jaringan payudara yang padat. Kelemahan MRI juga ada, kadang jaringan padat yang terlihat pada saat MRI bukan kanker, atau bahkan MRI tidak bisa menunjukkan suatu jaringan yang padat itu sebagai in situ breast cancer maka untuk memastikan lagi harus dilakukan biopsy.
TEST DENGAN BEDAH

Biopsi
Suatu test bisa saja menunjukkan kemungkinan adanya kanker, tapi hanya biopsy yang bisa memberikan diagnosis secara pasti. Sample yang diambil dari biopsy, akan di analisa oleh ahli patologi ( dokter spesialis yang ahli dalam menterjemahkan test-test laboratorium dan mengevaluasi sel, jaringan, organ untuk menentukan penyakit )
  • Image guided biopsy digunakan ketika suatu benjolan yang mencurigakan tidak teraba. Itu dapat dilakukan dengan Fine Needle Aspiration Biopsy ( FNAB, menggunakan jarum kecil untuk untuk mengambil sample jaringan ). Stereotactic Core Biopsy ( menggunakan X-ray untuk menentukan jaringan yang akan diambil ) atau Vacuum-Assisted Biopsy ( menggunakan jarum yang tebal untuk mengambil beberapa macam jaringan inti yang luas ). Dalam melakukan prosedur ini, jarum biopsy untuk menuju area yang dimaksud, dibantu oleh mammography, USG atau MRI. Metal clip kecil bisa diletakkan pada bagian dari payudara yang akan dilakukan biopsy. Dalam kasus ini apabila jaringan itu membuktikan adanya kanker, maka segera diadakan operasi tambahan. Keuntungan teknik ini adalah bahwa pasien hanya butuh sekali operasi untuk menetukan pengobatan dan menetukan stadium.
  • Core Biopsy dapat menetukan jaringan. FNAB dapat menetukan sel dari suatu massa yang teraba, dan ini semua kemudian dapat dianalisa untuk menentukan adanya sel kanker.
Apabila di diagnose kanker, operasi lanjutan mungkin diperlukan untuk mendapatkan clear margin area ( area jaringan disekitar tumor dimana dipastikan sudah bersih dari sel kanker ) kemungkinan, sekalian mengambil jaringan kelenjar getah bening.
Therapy Transfer Factor
Alternatif therapy yang satu ini bisa anda coba. Therapy Transfer Factor ini aman tanpa efek samping bisa digunakan sebelum Operasi maupun selama proses penyembuhan. Namun  jika anda ragu untuk mengambil tindakan operasi di karenakan penyebaran kanker tersebut sudah demikian parah anda dapat mencoba therapy tersebut.


PENDAPAT PARA AHLI DAN TESTIMONINYA

My cancer patients on Transfer Factor have better recovery from chemotherapy.
Stage IV cancer patients live longer.
Best of all they have longer remission.
That's why I recommend transfer factor to all my patients.
"I WAS A SKEPTIC BEFORE BUT NOW A BELIEVER"
- Dr. Alex Tan, MD –


Testimoni di bawah ini bisa menjadi referensi,  berhasil berkat Therapy Transfer Factor ini :
Penderita Kanker Payudara Stadium 4
 Saya penderita kanker payudara dan telah mencapai stadium 4 sejak April 2003. Selama menjalani perawatan tahun 2003, saya menjalani satu kali operasi, 6 siklus kemoterapi dan 20 sesi radioterapi.
Pada tahun 2005 kanker saya muncul lagi, dan kembali saya menjalani operasi,3 siklus kemoterapi dan 33 sesi kemoterapi. Saya mencoba semua suplemen yang disarankan oleh dokter saya, termasuk transfer factor. Saya mulai mencoba Transfer Factor  Plus, Transfer Factor Bellevie  dan TF Riovida. Produk ini mulai membantu saya melewati kemoterapi. Transfer factor sangat membantu saya, saya merasa sangat tetap berenergi ketika menghadapi kemoterapi dan radioterapi. Saya mengkonsumsi transfer factor selama satu tahun kemudian menghentikannya.
Pada tahun 2007, saya mengalami kanker di bagian perut dan tubuh saya terasa sangat lemas. Kemudian kembali saya mengkonsumsi transfer factor plus dan riovida, secara perlahan kesehatan saya membaik. Radioterapi sangat benar-benar sangat melelahkan. Transfer factor membantu saya untuk tetap berenergi, mengobati demam saya dan secara keseluruhan membantu tubuh saya dalam menghadapi radiasi.
Sekarang kesehatan saya jauh lebih baik, saya bisa fokus bekerja dan menjalani gaya hidup aktif. Sekarang saran saya bagi keluarga yang mengalami tantangan kesehatan yang sama, khususnya pasien yang menjalani kemoterapi dan radioteapi untuk mengkonsumsi transfer factor karena benar-benar efektif dan sangat membantu anda dalam menjalai terapi-terapi tersebut.
~ Rosliah Bt Mohd Masri, 47 years old, Female, Putra Heights, Selangor, Malaysia.
Penderita Kanker Payudara "infiltrating duct carcinoma" Stadium 1
Saya didiagnosa memiliki kelainan yang disebut dengan infiltrating duct carcinoma stadium 1 pada payudara sebelah kiri pada 1 september 2005. Waktu itu tidak ada pilihan lain selain mengangkat payudara dan menjalani kemoterapi. Dan yang paling berat waktu itu adalah saya juga harus menggugurkan kandungan saya yang sudah berumur 3 bulan. Setelah saya dan suami saya berfikir panjang, dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak menggugurkan kandungan dan mencari pengobatan alternatif untuk mengobati kanker serta pengobatan alternatif tersebut bisa tetap membiarkan bayi kami hidup.
Satu minggu setelah didiangosa, kami diperkenalkan pada transfer factor plus. Kemudian saya mengkonsumsi tf plus 9 kapsul per hari, minum madu dan lidah buaya. Alhamdullillah, saya melahirkan seorang bayi yang sehat dan kuat pada 6 februari 2006. Saya tidak mengalami komplikasi selama dan sesudah hamil.
Saya tetap mengkonsumsi tranfer factor sampai sekarang dan saya berharap semoga kanker saya benar-benar hilang sepenuhnya.
~Salam saya dan suami saya Sal Aleda, Kuantan, pahang,

Penderita Kanker Payudara Stadium 1
Saya berusia 26 tahun, suatu ketika saya merasakan ada benjolan pada payudara saya. Rasanya keras tapi tidak sakit. Ibu dan dua orang saudara ibu juga pernah menderita kanker payudara dan mereka melakukan tes ultra sound dan mammogram.
Saya juga sudah berencana untuk melakukan biopsi. Kemudian saya mencoba transfer factor . Ketika saya melakukan biopsi, ternyata benjolan sudah tidak ada. Ketika dokter menemui saya dalam dirumah sakit saya bilang sepertinya benjolan sudah tidak ada. Kemudia dokter tersebut memeriksa saya kembali dan mengirim saya ke ultrasonic test dan mammogram. Dan hasilnya benjolan itu sudah tidak ada, saya sangat bahagia terbebas dari kanker ini. Susie Blaszczak.

Penderita kanker Payudara yang Sudah Mengalami Luka Membusuk
Seorang memiliki seorang pasien penderita kanker payudara. Dia sudah didiagnosa sejak lima tahun lalu. Dia memilih untuk tidak menjalani terapi traditional dan mengobatinya sendiri. Selang beberapa lama, dia mendatangi saya kembali dan kondisinya sudah tidak mungkin dioperasi dan ukuran tumur sudah sebesar anggur. Terdapat luka seperti bisul berdiameter 4 inci dan kedalaman 2 inci. Terlihat Hitam didalamnya dan baunya sangat menyengat. Segera saya buka TF advance 6 kapsul dan taburkan disekitar luka. Saya sarankan dia untuk makan kubis organik. Saya juga anjurkan dia untuk mengkonsumsi 9 kapsul TF plus per hari. Setelah 6 minggu lukanya sembuh. Sekarang hasil test menunjukkan tidak ada lagi sel kanker di payudara dan di getah bening. N Maxwell ND.NZ
Penderita Kanker Payudara dan Tumor Kolon
Saya menderita kanker payudara beberapa tahun lalu dan setelah itu ada tumor pada usus besar. Saya menjalani operasi dan kemoterapi. Pada bulan Januari 2003 saya mendengar tentang TF plus dan memutuskan untuk mencobanya. Hasil test tumor marker pada dua tumor saya angkanya sangat tinggi dan saya berharap bisa menurunkan angkanya. Tumor marker test dua tumor saya dilakukan pada bulan januari, hasilnya C125 sebesar 52 (normal 0-35) dan C115 sebesar 113 ( normal 0-35).
Saya mulai mengkonsumsi TF Plus 8 kapsul per hari pada bulan Februari dan hasil test tumor marker pada bulan May hasilnya untuk C125 angkanya 35 dan C115 angkanya 45. Kedua tes ini mengukur sel kanker dalam darah.
Penderita Kanker Payudara Stadium 3

Ketika saya memeriksakan diri ke dokter ternyata saya sudah mengidap kanker payudara stadium 3A. Dokter yang merawat saya memberi transferfactor. Saya konsumsi transferfactor plus, transferfactor riovida dan transferfactor trifactor setiap hari. Selain konsumsi transfer factor, saya juga menjaga pola makan dan pola hidup sehat seperti yang disarankan oleh dokter. Setelah konsumsi kurang lebih 5 bulan, dokter bilang saya sudah sembuh dan cukup konsumsi dosis rendah saja. Marliana 34 tahun - Pekanbaru
Seorang penderita kanker payudara sudah menjalani operasi pengangkatan payudara, tetapi satu bulan setelah operasi dokter menemukan kanker sudah menyebar ke payudara yang lain dan sudah mencapai stadium 3. Dia kemudian mengkonsumsi Transfer Factor Plus, dan hasilnya payudaranya masih tetap ada. Sekarang dia sudah sembuh total dari kanker payudara. Tika (42 tahun) - Jakarta



INFO PEMESANAN :
ELISABETH IRLINA
WA/ HP. 081345575257
BB. 7513C185
EMAIL: elisabeth.ir78@gmail.com
Selanjutnya akan di bahas mengenai Kanker Cervic atau Kanker Mulut Rahim_________
Session II /  ^__*